Home » Bulletin SADAR » Buletin SADAR Edisi: 349 Tahun VII – 2011, ISSN: 2086-2024, PEREMPUAN DAN KEMISKINAN

Buletin SADAR Edisi: 349 Tahun VII – 2011, ISSN: 2086-2024, PEREMPUAN DAN KEMISKINAN

March 2011
S M T W T F S
« Feb   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip:

Oleh : Fitriyanti*


Kemiskinan dapat menimpa siapa pun di muka bumi ini, baik laki-laki maupun perempuan. Namun relitas kemiskinan yang sedang menimpa Indonesia memperlihatkan bahwa yang menjadi korban kemiskinan adalah orang-orang yang lemah. Lebih tepatnya dilemahkan oleh sistem.

Seperti yang kita lihat saat ini dengan dampak krisis global yang menimpa negara adi kuasa memberikan efek terhadap negara-negara berkembang. Perempuan dan anak adalah urutan yang paling lemah yang diposisikan oleh struktur sosial masyarakat. Dalam stuktur sosial yang seperti ini, perempuan akan selalu tergantung kepada laki-laki (suami). Sehingga pada gilirannya mereka lalu dipandang rendah dan didiskriminasikan dalam ruang akses ekonomi.

Stuktur sosial patriarkis selalu menciptakan kemiskinan dan kebodohan perempuan jauh lebih besar dibandingkan laki-laki. Hal ini bisa dilihat dalam sebuah keluarga yang umum nya selalu mendahulukan pendidikan yang lebih tinggi untuk anak laki-laki ketimbang untuk anak perempuan. Sepanjang struktur ini masih dilanggengkan oleh masyarakat maka sepanjang itu pula kemiskinan dan kebodohan perempuan menjadi suatu yang niscaya.

Dalam konteks Indonesia yang konon katanya terkena dampak dari krisis global, kita melihat dengan jelas bagaimana kemiskinan yang cukup massif dan terus bertambah dengan ketidakpastian kerja dan jaminan sosial untuk kehidupan. Ketika laki-laki atau suami miskin karena ketiadaan pekerjaan atau di PHK, maka kaum perempuan paling banyak yang menderita dari pada kaum laki-laki.

Kecintaan perempuan terhadap anak-anaknya lah yang mendorong perempuan untuk bekerja keras. Mereka harus bekeja ganda. Fungsi pemberi nafkah keluarga yang selama ini menjadi kewajiban laki-laki/suami mengalami perubahan karena kondisi yang ada. Semakin hari semakin banyak perempuan yang bertugas mencari nafkah dengan bekerja di luar rumah. Kita mendapati mereka dengan berjualan di pasar tradisional, buruh pabrik, berjualan makanan. Kaum perempuan menerima kenyataan ini bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya.

Ketimpangan stuktur ini yang mengakibatkan keterpurukan perempuan dalam segala sektor kehidupan baik ekonomi, sosial, politik, dan pendidikan. Perempuan tidak memiliki daya tawar yang sama ketika memasuki dunia pekerjaan, ketika memilih jenis pekerjaan, jabatan. Selalu saja perempuan ditempatkan pada posisi yang lebih rendah dan dihargai lebih rendah pula. Misalnya yang paling nyata adalah pekerjaan pembantu rumah tangga, pasti yang akan dipilih adalah perempuan.

Kondisi yang timpang ini, pada prakteknya membuat banyak persoalan bahkan kekerasan terhadap perempuan, baik yang fisik maupun non fisik. Pelecehan-pelecehan seksual terhadap perempuan lebih banyak terjadi karena persoalan daya tawar yang lemah dan dilemahkan. Para pelaku kekerasan biasanya berangkat dari motivasi untuk membuktikan bahwa dirinya kuat, jantan, perkasa dan sanggup menundukkan perempuan.

Pada perkembangan terakhir, problem kemiskinan telah mendorong perempuan untuk bekerja di luar negeri karena keterbatasan akses lapangan kerja serta tingkat pendidikan mereka yang rendah. Mereka mencari sumber-sumber ekonomi dengan merantau ke negeri orang walaupun bahaya menghadang di depan mata, tetapi tetap mereka lakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Para perempuan yang bekerja ke luar negeri menjalani pekerjaan nya penuh dengan resiko yang mungkin mereka akan mendapatkan kekerasan baik secara fisik maupun seksual yang tak jarang akhirnya menuju kepada kematian. Kasus lain yang menimpa perempuan adalah perdagangan manusia yang dilakukan oleh calo-calo yang mengaku akan menyalurkan pekerjaan di luar negeri, padahal meeka akan dijual dan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial. Beberapa penyeban hal ini adalah karena faktor pendidikan yang rendah akibat dari ketiadaan biaya untuk mengenyam bangku pendidikan yang lebih tinggi.

Kita telah melihat dengan jelas bahwa faktor utama yang menyebabkan perempuan menjadi korban perdagangan dan kejahatan kesusilaan lainnya adalah faktor kemiskinan dan pendidikan perempuan yang rendah. Maka cara yang harus dilakukan adalah dengan menghapuskan kemiskinan dan menyediakan akses pendidikan, membuka lapangan kerja bagi mereka dan seterusnya. Tugas ini petama-tama harus di lakukan oleh pemerintah dan pemerintah harus konsisten dalam melakukan program tersebut. Bukan saja menjadi tugas pemerintah pusat, pemerintah daerah pun turut bertanggung jawab atas sarana tersebut untuk menangani sumber perdagangan manusia.

Persoalannya adalah pada stuktur yang tidak memihak terhadap perempuan. Sehingga semua kebijakan, tatanan, dan aturan yang dilahirkan belum berpihak terhadap perempuan. Upah pekerjaan perempuan dan laki-laki harus dihargai sama. Akses untuk pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kesempatan yang sama. Jangan biarkan perempuan tidak memperoleh akses pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan reproduksi. Membiarkan kebodohan, kemiskinan dan kesakitan perempuan sama artinya dengan mempersiapkan generasi yang bodoh dan miskin.

Permasalahannya menjadi semakin jelas bagi kita, bahwa perempuan ditindas atau berada pada posisi politik yang lemah bukan semata-mata karena kelemahan yang ada pada diri mereka, namun sistem ekonomi politik yang hari ini ada, adalah sebuah sistem yang memang sama sekali tidak berpihak pada mereka kaum perempuan. Dan ini, adalah masalah utama yang sebenarnya terjadi dari masa ke masa. Tidak ada jalan lain selain kekuatan dari tangan-tangan kaum perempuan sendiri untuk merubah sistem yang ada. Perempuan Indonesia, ayo bangkit!

* Penulis adalah aktivis perempuan di Karawang, sekaligus Anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Jabodetabek.

** Siapa saja dipersilahkan mengutip, menggandakan, menyebarluaskan sebagian atau seluruh materi yang termuat dalam portal ini selama untuk kajian dan mendukung gerakan rakyat. Untuk keperluan komersial pengguna harus mendapatkan ijin tertulis dari pengelola portal Prakarsa Rakyat. Setiap pengutipan, penggandaan dan penyebarluasan sebagian atau seluruh materi harus mencantumkan sumber (portal Prakarsa Rakyat atau http://www.prakarsa-rakyat.org).

Sumber: PrakarsaRakyat:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: