Home » kartun » [MovieReview] "MUHAMMAD: The Last Prophet" (Kartun)

[MovieReview] "MUHAMMAD: The Last Prophet" (Kartun)

March 2010
S M T W T F S
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip:

Assalamualaykum penonton…🙂

Bagi antum yg belum menonton film ttg perjuangan Nabi Muhammad SAW yg berjudul “MUHAMMAD: The Last Prophet”, berikut saya sertakan link download film tersebut. Film ini cukup bagus untuk ditonton oleh semua umur, karena sangat mendidik. Di dalam film ini tentu saja tidak menampilkan gambar sosok Nabi, tapi hanya diilustrasikan saja lewat narasi dan bahasa gambar.

JUDUL FILM:
MUHAMMAD: The Last Prophet (2002)

COVER:
Lihat bagian paling bawah halaman ini

DOWNLOAD URL: (server lokal)
Klik kanan – Save Link As
Download film Muhammad The Last Prophet.avi
(564 MB)

SUBTITLE:
Klik kanan – Save Link As
Download subtitle (terjemahan) film Muhammad The Last Prophet.srt ( English, 65.1 KB )

Klik normal (klik kiri untuk menuju ke websitenya )
Download subtitle (terjemahan) film Muhammad The Last Prophet.aspx ( teks bahasa Indonesia, 71.0 KB, tapi sepertinya harus diperbaiki dulu dng Notepad, karena bahasanya agak aneh😀 )

SINOPSIS:
Awan mendung menggelayut di tanah Mekkah. Terik matahari yang garang tetap tak bisa membuat tanah Mekkah bersinar. Mekkah memang tengah dilanda gelap gulita. Kemerosotan akhlak berlangsung di mana-mana. Pemujaan berhala dan penindasan terhadap hamba sahaya menjadi pemandangan kusam di Mekkah. Ya, zaman jahilyiah tengah berlangsung disana.

Sebuah cahaya terang menyeruak di tengah kegelapan yang berkepanjangan itu. Seorang pemuda berjuluk Al-amin (dapat dipercaya) muncul. Dialah Muhammad, keponakan dari tokoh kaum Quraiys Abu Tholib, yang bersahaja dan rendah hati.

Melihat masyarakat dan sejumlah petinggi kaum Quraiys yang dzalim, hati Muhammad tergerak. Ia pun memilih menyendiri di Gua Hira. Tak dinyana, sebuah suara tiba-tiba terdengar. Tubuh Muhammad pun menggigil lemas. Lalu, sebuah perintah pun terlontar, “Iqra (bacalah-red),” Mendengar perintah itu tubuh Muhammad makin mengigil, lalu ia pun menjawab, “Saya tidak bisa membaca.” “Iqra,” pinta suara itu lagi. Seiring itu pulalah, Muhammad menjawab dengan ucapan yang sama.

Itulah saat-saat Muhammad menerima wahyu pertama, surat Al-Alaq, dari Allah SWT melalui malaikat Jibril di Gua Hira.

Perjuangan menyuarakan agama Allah taklah mudah bagi Muhammad di kalangan kaum Quraiys yang dzalim. Karenanya, Muhammad memilih bergerilya untuk menyebarkan ajaran-ajaran Islam kala itu.

Menggambarkan seluruh perjalanan dakwah Nabi Muhammad jelas membutuhkan waktu yang panjang untuk dijabarkan. Karenanya, film Muhammad, the Last Prophet lebih mengangkat kisah Nabi Muhammad pada periode Mekkah, Madinah dan fathu Mekkah, yakni kembalinya Muhammad ke Mekkah tanpa ada pertumpahan darah dan ratusan berhala-berhala dalam Kabah dibersihkan.

Sebelum dipublikasikan ke publik, film animasi ini diteliti dan disetujui oleh Al-Azhar Islamic Research Academy. Kisahnya sendiri diteliti dan diawasi oleh lembaga pendidikan penulisan Naskah UCLA, Ms. Firdosi Wharton-Ali dan seorang profesor hukum Islam UCLA, Dr Khaled Abou El Fadl.

Muhammad The Last Prophet, penggarapannya dipercayakan kepada Richard Rich, sutradara yang pernah menggarap film animasi klasik “the Fox and the Hound”. Bagi Rich, menggarap kisah yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad jelas memerlukan kehati-hatian, termasuk menghadirkan sosok Muhammad tanpa mengurangi ruh dari film tersebut.

“Menyajikan kisah ini agar lebih hidup merupakan sebuah tantangan yang sangat besar, tapi itu memberi apresiasi yang luar biasa atas apa yang telah dikerjakan Muhammad untuk peradaban,” ujar Rich mengomentari film garapannya.

Untuk memudahkan pemahaman penonton, khususnya anak-anak, Rich juga memasukkan sejumlah narasi ketika menghadirkan sosok Muhammad. Selain menghadirkan sosok Muhammad, Abu Thalib, menjadi sosok yang juga tak kalah penting. Untuk mengisi suaranya, dibutuhkan orang yang suara yang betul-betul pas dengan karakternya.

Pilihan akhirnya jatuh pada Eli Allem, seorang aktor veteran panggung juga film. Sayang, film ini menjadi film terakhir buatnya. Allem meninggal dunia setelah ia menunaikan tugasnya mengisi suara Abu Thalib.

Film yang diproduksi Badr International Corporation, yang bermarkas di Inggris ini, diselesaikan dalam kurun waktu dua tahun serta mencakup 196 ribu gambar. Seluruh kegiatan designingnya sendiri berlangsung di Richrest Animation, Burbank, California.

INFO TAMBAHAN:
Sebelum memutar film ini di PC / laptop, komputer kita harus sudah terinstal codec divx terlebih dahulu. Dan untuk menampilkan subtitle-nya, biasanya banyak para user yg menggunakan aplikasi Media Player Classic. Bagi antum yg belum mempunyai Media Player Classic beserta codec divx, berikut adalah link downloadnya:

Media Player Classic Home Cinema (klik kanan pilih “Save Link As”) :
Download Media Player Classic Home Cinema.zip
(6.58 MB)

Untuk penggunaan subtitle, ada dua cara:

  1. Cara pertama, jalankan file film dng menggunakan Media Player Classic yg telah kita instal. Lalu ketika film sudah mulai diputar, kita drag file subtitle dari windows explorer ke jendela Media Player Classic.
  2. Cara kedua, ketika film mulai diputar di Media Player Classic, klik menu FILE > Load Subtitle, dan arahkan dimana kita menyimpan file subtitle yg telah kita download.


COVER:


Muhammad The Last Prophet.jpg

Okeh penonton… sekian saja info dari sayah… ^_^
 

Wassalamualaikum wr wb

X-RAY


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: