Home » musik » Tata Cara Rekaman Vokal Bagi Pemula

Tata Cara Rekaman Vokal Bagi Pemula

December 2009
S M T W T F S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip:

Rekaman vokal, tracking, take, recording atau apapun namanya bagi pemula merupakan hal yang sulit. terutama bagi pemula yang belum pernah rekaman vokal, maka ada yang namanya rambu-rambu dasar rekaman vokal disini. sebagai seorang pemula, gw mencoba menjabarkannya secara sederhana disini, berbagi ilmu bagi mereka yang menginginkan hasil rekaman yang cukup oke.

Ada 4 komponen utama dalam rekaman vokal, mik, audio processor, komputer yang cukup baik serta software rekaman, oke, kita semua tahu bahwa rekaman vokal itu menggunakan alat yang bernama mikrofon.ini contoh alatnya :

Nah mik vokal tuh ada 2 jenis secara umum, dinamik dan kondenser. biasanya buat rekaman kita pake kondenser, karena mik ini sifatnya sensitif, mik ini menangkap frekuensi lebih lebar dengan sensitif. maka seluruh karakter sinyal terekam dengan lebih baik, biasanya mik ini ditenagai oleh baterai ataupun phantom power 24V yang didapat dari audio processor.

Mik dinamik lebih banyak digunakan sebagai mik “lapangan”, mik panggung. tidak ditenagai tenaga tambahan seperti baterai dan phantom power. mik ini biasanya dilengkapi dengan semacam kompresor sehingga bisa “mengerem” sinyal yang masuk berlebihan sehingga karakter sinyal keluarannya lebih “rata”.

Peralatan yang tidak kalah penting lainnya adalah audio processor atau soundcard atau audio converter. dari sinilah mik kondenser yang kita pakai rekaman tadi mendapat suplai tenaga tambahan, dan fungsi utama adalah memproses segala sesuatu sinyal audio yang masuk ke dalam komputer. kalau komputer kita masih memakai soundcard standar yang built up di komputer maka kita akan memiliki keterbatasan dalam pemrosesan audio dan mengakibatkan kinerja komputer yang berat dan kurang optimal. audio processor yang kita gunakan sebaiknya berbeda dengan soundcard untuk gaming. ini contoh alatnya : 

Setelah kita punya alat mantep ini tinggal komputer yg oke, untuk itu kita sebaiknya punya komputer dengan spesifikasi yang lumayan, pentium4 lah 2.00 GHz, ram 1Gb. Setelah itu software rekaman, biasanya saya pakai Sonar 6 producer edition, okeh setelah ini kita akan lanjut ke teknik2 dasar rekaman, jarak mulut kita ke mik harus dipertimbangkan, jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh, hal ini akan berakibat respon frekuensi yang akan timbul, ini contoh dari respon frekuensi dari mik sennheiser MD 421 (all purpose mic) :

Agak terlihat kurang jelas, tetapi dari gambar, mik ini menunjukkan variasi respon frekuensi terhadap jarak mulut ke mik, terlihat pada frekuensi rendah (50-300 Hz) pada jarak antara mulut dan mik yang makin jauh maka terlihat penguatan sinyal pada rentang itu akan lemah, bahasa sederhananya, suara nge-bass kita akan kurang menggigit, yah normalnya kira-kira sejauh 5 cm lah, untuk mendapatkan respon frekuensi yang rata. kalau terlalu dekat maka penguatan sinyal akan berlebihan sehingga akan terjadi pecahnya suara. sebenarnya jarak ini tergantung pada keras lemahnya suara yang kita keluarkan, biasanya jika suara yang kita keluarkan saat rekaman misalnya pada suatu bagian lagu menuntut kita agar mengeluarkan suara yang keras maka kita sebaiknya menjauhkan jarak mulut kita ke mik agar suara tidak pecah tetapi hal ini berakibat berkurangnya kekuatan sinyal pada frekuensi rendah. pada akhirnya tergantung pada pengalaman rekaman vokal, makin sering kita rekaman vokal maka kita akan semakin memahami karakter mik yang kita gunakan, karena karakter respon frekuensi setiap mik pasti berbeda.

Usahakan proses rekaman dan hasil yang diinginkan dirancang pada saat rekaman, bukan pada saat pemrosesan, misalnya karena jarak antara mik dengan mulut terlalu jauh ternyata keluaran sinyalnya terlalu “cempreng” dalam hal ini frekuensi rendah kurang tertangkap oleh mik karena jarak terlalu jauh, lalu untuk menambah frekuensi rendah tersebut kita mengaturnya lewat equalizer yang ada pada software, ini akan berakibat adanya rekayasa sinyal.

maka intinya lakukan persiapan sematang mungkin, karena akan lebih baik jika sinyal suara kita tidak banyak di’macam-macami’ di software, akan lebih sempurna jika anda tidak mengutak-atik sinyal suara yang telah anda rekam pada software, tetapi hal ini pada umumnya tidak mungkin karena kita lebih senang menambah berbagai macam efek seperti equalizer, kompresor, dan reverb agar hasil rekaman kita lbih cantik. jadi rekamlah suara anda sebaik mungkin pada jarak yang sebaik mungkin sehingga tidak banyak ditambahi efek di software yang pada akhirnya mengurangi ‘kealamian’ suara kita. intinya buatlah se alami mungkin.

Yup selamat mencoba semoga berguna!

Sumber:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: