Home » Perguruan Rakyat Merdeka » Saya Dulu Seorang Muslim

Saya Dulu Seorang Muslim

September 2009
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip:

PERCAKAPAN 1: SAYA DULU SEORANG MUSLIM

T = Mas Leo,

Bisa minta tolong untuk kasih tanggapan di wall saya di facebook yang sedang dibombardir oleh teman saya itu ?

Just FYI, saya dulu seorang Muslim, dan sekarang saya memilih untuk menjadi agnostic, karena saya sudah muak dengan ajaran Padang Pasir itu. Nah saya berusaha mengubah penampilan foto saya yg dulunya tampak sebagai seorang Muslim, dan sekarang tampak beda. Mungkin karena inilah teman saya itu tidak rela dan terus menerus menghantam saya yg di matanya telah menghina Islam dengan seringnya saya menulis quote-quote dari Mother Teresa, Buddha, Dalai Lama, dsb…

J = Alangkah bahagianya saya menerima kesaksian dari anda yg tadinya seorang Muslim dan sekarang telah menjadi agnostic. Muak dengan ajaran padang pasir sangatlah dimaklumi, dan bukan hanya anda sendiri saja tetapi banyak juga yg lain. Tidak terhitung banyaknya orang di Indonesia ini yg sudah muak dengan ajaran padang pasir. Saya juga muak. Mendengar khotbah Jumat di mesjid secara sepintas lalu saja ketika saya lewat sudah membuat kuping saya gatel-gatel, pedahal tidak digigit nyamuk.

Para ulama Islam itu rupanya berdampak seperti nyamuk. Kalau mereka bicara kita jadi gatel-gatel, terutama di bagian kuping. Karena ini bukan nyamuk, maka tidak bisa ditepok. Kalo ditepok oleh seorang wanita si ustad bisa lompat sambil mendelik. Haram, begitu katanya.

Kalo saya, karena saya bukan seorang Muslim ataupun Muslam, maka tepokan dari seorang wanita cantik, apalagi yg agnostic, otomatis akan membuat si Otong akan sedikit terjengkang. Mimpi apa daku sampai ditepok-tepok, begitu katanya. Fyi, Otong ini sebatang reinkarnasi dari Jin Kastubi. Kepalanya botak plontos, dan ada jenggotnya juga. Kalo doi ketawa bikin repot, ho ho ho ho… But Otong bukan Muslim. Walopun reinkarnasi Jin, dia itu bukan Muslim. Otong is Jin kafir, suka ereksi di tempat. Dan itu halal. Ereksi is chemistry, ada yg bercampur di alam astral sehingga si Otong ngaceng which is very normal, walaupun bukan terhadap muhrimnya.

Muhrim dan non muhrim cuma konsep padang pasir yg tidak berlaku lagi bagi kita. Kalo kita suka sama suka, biarpun muhrim orang bisa kita embat aja. Namanya HAM, Hak Azasi Manusia untuk menikmati tubuhnya sendiri. Kita ini semuanya manusia bebas. Baik menikah maupun tidak menikah, kita manusia bebas. Kita bisa menggunakan tubuh kita untuk oho oho dengan siapa saja asal ada chemistry which is suka sama suka. Tetapi alam pemikiran padang pasir bilang itu haram.

Bagi orang padang pasir dan pengikutnya, yg tidak haram adalah menteror orang lain. Orang yg meninggalkan Islam akan diteror, akan dicaki-maki, dikhotbahin, dsb… Dan itulah yg sebenarnya melanggar HAM. Merupakan HAM anda untuk meninggalkan Islam atau agama apapun yg anda anut sebelumnya. Anda juga berhak untuk mengatakan hal itu secara terus terang kepada teman-teman anda yg ingin memaksakan Islam kepada anda. Tulis saja di wall mereka bahwa anda telah meninggalkan Islam karena anda muak dengan agama padang pasir itu.

T = Saya rasa teman saya itu tampaknya belum tau saya telah keluar dari keyakinan saya, tapi tampaknya dia gemar sekali menyerang keyakinan lain. Kalau Mas Leo sempat, mungkin bisa membantu untuk menyumpal mulutnya yg kotor itu.

J = Kita semua sudah tahu bahwa Islam adalah agama yg paling terbelakang, penganutnya suka petantang petenteng membanggakan Islam sebagai agama terakhir dan sempurna. Pedahal jelas Islam adalah agama yg paling terbelakang satu dunia, dan terbuktikan oleh ulama-ulama Islam yg selalu berkhotbah seolah-olah mereka itu Allah, pedahal Allah sendiri tidak tahu apa-apa. Pedahal Allah cuma konsep buatan saja, suatu konsep mati yg tidak pernah bisa protes ketika nama-Nya dibawa khotbah.

Penganut Islam yg masih primitif selalu memaki-maki penganut agama lain, at least selalu merasa diri mereka sebagai penganut agama yg “benar”, dan orang lain sebagai penganut agama yg “salah”. Keduanya dalam tanda kutip karena benar dan salah adanya cuma di dalam pikiran si penganut Islam. Pedahal tidak begitu sebenarnya. Sebenarnya segalanya cuma rekaan saja, buatan.

Saya sudah bilang berkali-kali bahwa Al Quran merupakan buatan manusia biasa saja, walaupun di-iklankan jatoh gedebuk dari atas langit. Bilang saja terus terang kepada teman anda yg syiar agama Islam di wall anda. Walaupun mereka memaki-maki, bilang saja bahwa Islam merupakan agama buatan manusia. Mengatakan bahwa Al Quran dan Islam merupakan buatan manusia bukan merupakan fitnah melainkan fakta. Memang buatan manusia, asli. Dan karenanya ucapkan saja, tuliskan saja.

Don’t expect me to do it for you. Walaupun mulut teman-teman anda yg mengaku beragama Islam itu sangat kotor, bukanlah kewajiban saya untuk menyumpalnya. Sumpal menyumpal is not my specialty, walaupun sesekali saya lakukan juga. Tapi saya musti liat-liat dulu orangnya. Kalo ada chemistry dan suka sama suka, barulah saya bisa menyumpal. Bukan saya sih, tapi si Otong yg bisa menyumpal. Dan itu halal. Asal ada chemistry dan suka sama suka, that’s halal.

Allah akan tetap tutup mulut karena Allah cuma boneka di tangan ulama Islam, bisa digerak-gerakkan sesuai dengan kehendak si ulama. Dan semua orang sudah tahu itu. So, bilang aja terus terang. Bilang bahwa anda sudah fed up, sudah muak dengan segala kemunafikan dan kefanatikan Islam. Bilang itu terus terang, dan tanya kepada teman anda yg Islam dan memaki-maki anda itu, apakah dia ingin keluar dari daftar teman anda. Tanya saja baik-baik.

Kalau dia bilang tidak ingin keluar, maka anda harus tegaskan bahwa dia harus stop syiar Islam di wall anda. Kalau dia tetap syiar agama padang pasir itu, maka anda akan bisa mengeluarkannya tanpa peringatan terlebih dahulu. Bilang saja dengan tegas seperti itu. You have to do that yourself.

+

PERCAKAPAN 2: ATHEISME DAN AGNOSTISME MERUPAKAN “AGAMA” JUGA

T = Kalu orang-orang agama bebas mengiklankan kecapnya sebagai yg nomer 1, kenapa orang atheis dan agnostic tidak bisa melakukan hal yg sama yg orang agama lakukan ? Kenapa ? Mungkin Bung Leo harus mempelopori untuk mengiklankan kecapnya secara terbuka seperti yg orang-orang agama lakukan. Berani gak Bung Leo melakukanya secara terang-terangan ?

J = Orang atheist dan agnostic bisa saja mengiklankan “agama” mereka secara terang-terangan. Itu tidak dilarang, bahkan di Indonesia. Atheisme itu bukan Komunisme. Yg masih dilarang sampai saat ini adalah ideologi Komunisme, dan pelarangan itupun merupakan suatu pelanggaran HAM. Ideologi Komunis merupakan salah satu ideologi yg sah di dunia.

Tetapi Atheisme sendiri bukanlah Komunisme. Banyak orang kapitalis adalah orang atheist. Sebagian besar orang terpelajar di dunia ini adalah orang atheist. Sebagai suatu istilah, Atheisme dan Agnostisme juga merupakan agama. Agama adalah apa yg dipercayai bulat-bulat, di-imani, tanpa perlu ada nabi besar dan kitab suci.

Nabi besar dan kitab suci cuma diperlukan apabila anda ingin mencari duit as well as budak. Budak itu manusia-manusia lain yg akan anda cekoki dengan pengajaran dari “Allah”. Pedahal segalanya berasal dari anda sendiri saja, termasuk satu manusia yg kemudian akan anda beri gelar sebagai “nabi besar”. Allah mutlak perlu, dan itu juga sama mudahnya seperti membalik telapak tangan. Allah is always available untuk dikhotbahkan. Anda mau Allah yg jenis apa ? Itu bisa saja. Tinggal karang saja. Kitab suci juga demikian, tinggal bilang saja apa kitab suci anda, dan jadilah. Agama itu mudah sekali membuatnya, dan mudah sekali mengiklankannya. Peminatnya juga membludak.

Banyak orang-orang yg merasa tidak yakin akan diri mereka sendiri dan selalu mencari pegangan. Semakin keras teriakan anda maka mungkin akan semakin banyak pengikut anda. Pengikut anda adalah orang yg ingin mencari selamat. Keselamatan mereka itulah yg anda khotbahkan. Anda bilang bahwa di luar agama yg anda khotbahkan hanyalah ada azab dari Allah. Dan keselamatan hanyalah ada di dalam agama anda. Lalu, karena ini organisasi yg perlu duit, dan anda juga perlu duit, maka anda perlu khotbah tentang derma dan pahala yg akan diberikan kepada mereka yg berderma. Derma itu akhirnya menjadi “kurban”. Yg minta kurban itu anda, tetapi lalu anda bilang bahwa segala kurban itu bagi Allah. Dan Allah juga yg akan membalas semua kurban yg diberikan.

Very easy. Membuat agama dan mengiklankannya is very easy, makanya banyak juga orang yg tertarik untuk menjadi penjual agama.

Atheisme dan Agnostisme merupakan “agama” juga, dan itu tidak dilarang di Indonesia. Banyak orang yg mengaku beragama ternyata sebenarnya agnostic, mungkin juga atheist. Mereka mengaku beragama hanya karena tradisi saja, ikut-ikutan saja, cuma untuk membuat keluarga dan handai taulan memiliki perasaan tenteram. Kalau kita mengaku terus terang sebagai seorang atheist atau agnostic, maka lingkungan sekitar akan heboh, dikiranya kita akan masuk neraka. Pedahal tidak ada yg berobah. Mao beragama apapun, ataupun mao menjadi atheist atau agnostic, tidak ada yg akan berobah. Semuanya sama saja. Kita tetap akan menjadi manusia biasa saja, walaupun ada agama tertentu yg membuat penganutnya menjadi kurang manusiawi seperti Islam, dan ada agama tertentu seperti Nasrani yg membuat penganutnya menjadi lebih manusiawi.

Saya sendiri tidak mengiklankan apapun. Tidak juga Atheisme ataupun Agnostisme. Bidang saya spiritualitas atau kerohanian yg bisa saja dikultivasi menggunakan agama. Bisa juga dikultivasi tanpa agama. Saya sendiri tidak menggunakan agama sebagai pegangan, walaupun terkadang saya menggunakan simbol-simbol yg berasal dari agama. Simbol adalah perlambang, petunjuk saja, dan bukan the real thing. Itu yg seringkali saya bagikan kepada teman-teman. Dan orang-orang beragama sering sewot ketika saya telanjangi agamanya habis-habisan. Mereka selalu berpikir bahwa simbol yg mereka pakai adalah the real thing, pedahal simbol itu benda mati. Yg real itu kesadaran di dalam diri kita. Kesadaran kita tetap ada walaupun kita buang segala agama dan simbol-simbolnya.

+

Leo @ Komunitas Spiritual Indonesia
.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: