ROSO

September 2009
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip:

PERCAKAPAN 1: ROSO

T = Salam kenal Mas Leo,

Saya selalu mengikuti Mas Leo di FB, dan semuanya bagus dan menarik. Sedikit bertanya: bagaimana dengan adanya badan jasad, badan jiwa, badan rasa… kalau dihubungkan dengan konsep ke-Tuhanan seperti yg ada dalam bahasan Mas Leo ?

J = Yg anda maksud sebagai jasad, jiwa dan rasa adalah tubuh, jiwa, dan roh. Spirit, soul and body. Soma, psyche dan pneuma.

Itu pengertian yg berasal dari filsafat Yunani kuno dan dibajak oleh para pemikir Nasrani. Lalu dijadikan sebagai bagian dari agama, pedahal asalnya dari filsafat. Nasrani berkembang di dunia Yunani. Bahkan setelah sampai ke kota Roma, pemikiran yg digunakan tetap yg berasal dari Yunani. Yunani itu marak dengan berbagai filsafat, dan yg paling populer adalah pengertian bahwa manusia terdiri dari jasad, jiwa dan rasa. Tubuh, jiwa dan roh.

Pengertian Nasrani itu lalu dibajak lagi oleh Islam. Islam dulu berkembang di alam pemikiran Yunani pula, jadi bisa dimaklumi kalau Islam akhirnya membajak pemikiran Yunani yg sudah diadaptasi menjadi bagian dari agama Nasrani itu. Sekarang kita bisa mendengar khotbah-khotbah yg merendahkan tubuh dan menaikkan roh, tentang bagaimana manusia bisa kultivasi kerohanian dengan menjauhi keduniawian. Ini semua asalnya dari pengertian tubuh, jiwa dan roh… yg aslinya berasal dari filsafat Yunani.

Menurut pengertian aslinya dari Yunani kuno, semua manusia memiliki tubuh, jiwa dan roh. Semuanya ada tanpa kecuali. Tubuh adalah yg bisa merasakan segala sensasi panca indra. Jiwa adalah tempat segala macam belief systems, kepercayaan, hubungan antara manusia dengan hal-hal yg dirasanya bermanfaat atau penting, emosi-emosi. Dan roh adalah tempat di mana kesadaran kita berada. Kita sadar bahwa kita sadar. Just that.

Saya sendiri agak risih menggunakan istilah dari anda: jasad, jiwa, dan rasa. Menurut saya seharusnya diterjemahkan sebagai tubuh, jiwa dan roh. Bahasa Inggrisnya: body, soul, and spirit… Kenapa saya risih ? Karena rasa itu artinya sensasi, sedangkan roh itu tidak merasakan sensasi apapun. Roh cuma sadar bahwa dirinya sadar. Kita cuma sadar bahwa kita sadar. Sadar is conscious. Conscious that it is conscious. Aware that it is aware if being conscious. Isi kesadarannya itu sendiri seperti apa termasuk bagian dari jiwa.

Jadi yg dimaksud jiwa adalah berbagai hal yg orang ngotot untuk percayai, termasuk di sini percaya ada Tuhan yg memberikan syariat untuk anda laksanakan supaya bisa masuk Sorga. Kepercayaan bahwa tubuh wanita harus dibungkus dan tidak boleh dipertontonkan. Kepercayaan bahwa anak lelaki harus disunat. Kepercayaan bahwa Allah mau kita berhubungan sex dengan lawan jenis dan bukan dengan sesama jenis. Ini semuanya merupakan bagian dari jiwa, dan bukan spirit.

Dengan kata lain, segala kepercayaan yg kita anut itu merupakan bagian pertengahan dari spiritualitas kita. Bagian pertengahan artinya bagian yg akan kita buang kalau kita sudah bisa mencapai pengertian tertinggi. Tertinggi itu spirit di mana kita tidak akan perduli lagi mau telanjang di depan orang yg bukan muhrim. Orang-orang Barat itu banyak yg sudah mencapai pengertian tertinggi sehingga wanitanya tidak malu untuk pakai bikini di depan semua orang. Mereka tahu bahwa yg dipamerkan hanyalah tubuh belaka, dan karena telah mencapai pengertian tertinggi akhirnya mereka merasa tidak perlu ngotot dengan sumpah serapah bahwa benar ada Allah yg bilang bahwa tubuh bugil hanya khusus untuk muhrim sendiri.

Sumpah serapah yg dikeluarkan oleh orang-orang agama itu asalnya dari jiwa dan bukan dari spirit atau roh. Ini bagian pertengahan di mana kita bisa turun ke kebinatangan belaka atau naik ke kerohanian asli yg terakhir dan sempurna. Terakhir dan sempurna walaupun bukan dari Arab, melainkan dari Yunani kuno. Yunani kuno juga berhak untuk bilang terakhir dan sempurna, by the way, walaupun akhirnya gelar itu direbut oleh orang Arab. Dan bahkan sekarang sudah direbut lagi oleh Sigmund Freud dan berbagai nabi-nabi modern lainnya, termasuk Karl Marx. Dua orang Yahudi ini adalah nabi asli yg terakhir dan sempurna. Asli karena Yahudi. Terakhir dan sempurna karena mereka adanya di abad ke 19 Masehi. Paling akhir dibandingkan dengan para nabi Yahudi sebelumnya.

Tetapi tentu saja mereka yg sudah membajak filsafat Yunani kuno tentang tubuh, jiwa dan roh tidak akan mau kalah. Agama Nasrani dan Islam sudah memberikan cap mereka kepada filsafat itu, plus menambahkan kata Allah di sana. Pedahal aslinya filsafat thok, dan sama sekali tidak ada Allah. Tetapi Nasrani bilang bahwa Allah ada di dalam spirit. Islam bilang bahwa Allah berada di sana juga. Dan cara untuk mencapai spirit itu adalah dengan mempraktekkan ajaran-ajaran agama. Pedahal aslinya segalanya yg berada di bagian tengah atau jiwa itu harusnya untuk dibuang. Untuk dikenal, dipakai dan akhirnya dibuang.

Yg akhirnya harus dibuang saja, atau at least dianggap biasa-biasa saja serta tidak terakhir dan sempurna adalah segala macam kepercayaan yg kita sebut sebagai agama, tradisi, hubungan antar manusia. Semuanya ini kalau dikultivasi sampai membludak habis akan membawa emosi-emosi. Emosi gembira ria ketika mengumandangkan takbir. Allahuakbar ! … Tetapi takbir itu adanya di dalam jiwa, dan bukan di dalam spirit. Takbir hanya untuk latihan agar orang sadar bahwa dirinya berharga, dan bukan cuma seonggok daging belaka yg tidak berhak protes ketika suaminya menikah lagi.

Sangat disayangkan, yg akhirnya terjadi justru sebaliknya. Agama Nasrani dan Islam justru akhirnya men-Tuhankan jiwa. Tubuh dan jiwa menjadi Tuhan yg asli dari agama Nasrani dan Islam. Yg termasuk tubuh dan jiwa adalah keharusan mengenakan pakaian jenis tertentu. Keharusan berpegang pada kitab yg disucikan, dan berbagai keharusan lainnya seperti harus mengucapkan syahadat dan ber-ibadat. Haram makan babi itu termasuk bagian dari tubuh dan jiwa. Puasa juga. Dan semuanya itu membawa emosi-emosi belaka. Emosi sedih dan senang.

Senang ketika Ramadhan berakhir dan bisa mulai lagi caci maki orang yg agamanya beda, for instance. Senang ketika Islam dipuji sebagai agama yg rahmatanlil alamin. Senang ketika Nasrani diakui sebagai agama yg lebih manusiawi dibandingkan Islam. Ini semuanya berada di bagian jiwa, yaitu bagian dari diri kita yg tidak membawa faedah di dalam alam keabadian. Yg abadi itu cuma spirit, roh.

Pedahal spirit atau roh itu tidak merasakan apapun, tidak mempercayai apapun. Spirit cuma diam saja, cuma sadar bahwa dirinya sadar. Spirit bahkan tidak menyembah Allah, tidak mengenal Allah, tidak mengenal apapun. Spriit bahkan tidak mengenal dirinya sendiri. Dia cuma tahu bahwa dia sadar thok. Cuma itu saja. Dan segala macam sensasi yg asalnya dari tubuh maupun jiwa itu tidak akan berpengaruh baginya.

Spirit cuma akan menjadi dirinya saja, menjalani apa yg dirasanya perlu dijalani saja. Apa yg perlu dilakukan akan dilakukannya. Sebagai jiwa atau tubuh, sang spirit itu akan enjoy saja, menikmati saja. Tidak ada haram dan halal. Yg ada cuma jalan saja, menikmati saja semuanya. Dan itulah kerohanian yg tertinggi. Menjadi diri sendiri saja.

Nah, karena saya mengerti apa maksudnya jasad, jiwa dan rasa… atau yg saya sebut dengan istilah tubuh, jiwa dan roh… maka akhirnya saya akan tertawa saja melihat kelakuan orang-orang beragama yg justru bertentangan dengan pengertian aslinya. Jasad, jiwa dan rasa itu kultivasi spirit. Bisa juga diartikan sebagai “rasa”… Ini “roso” kalau dalam Bahasa Jawa. Artinya kesadaran. Sadar thok. Tanpa terpengaruh ini atau itu. Tanpa amal ibadah. Tanpa membela agama dan tradisi,… bahkan tanpa membela Allah yg cuma terminologi yg digunakan ketika manusia masih satu-satu melangkah di jenjang bawah. Ketika kita telah sampai kepada spirit atau roh, maka segalanya dilepaskan.

Bukankah pengertian seperti itu yg telah sering saya sharing selama ini ? Kesimpulan: Manusia terdiri dari body, soul and spirit. Bisa disebut sebagai tuibuh, jiwa dan roh (pengertian Nasrani). Atau jasad, jiwa dan rasa (pengertian Islami). Yg tertinggi itu spirit atau rasa. Dalam bahasa Jawa disebut roso.

+

PERCAKAPAN 2: TAT TVAM ASI

T = You are me,

Hmm jadi inget sama konsep pemikiran tat twam asi yg dibuat oleh tua-tua aku dulu di India. Kamu adalah aku, aku adalah kamu. So what’s the biggest meaning of that ? All are a part of us, and we are a part of all. Andai semua orang tau ini, there will be no problem within; peace, love and kesadaran in the world. And just fuck them who told everything is me and mine, tak ada and gak boleh ada yg lain, yeah just fuck them…

J = Tat tvam asi, you are that.

You are that spirit. You are that roh. You are that roso. Dan that spirit itu ada di dalam diri anda, di dalam diri saya, dan di dalam diri siapa saja. Segala macam agama dan belief systems hanyalah perangkat luar yg akhirnya harus ditanggalkan ketika kita masuk dan menyadari tat tvam asi, bahwa ternyata yg disebut Tuhan atau Allah itu kesadaran kita sendiri saja.

Tetapi orang yg memegang agama tidak mau terima hal itu. Mereka takut kalau agamanya dilepaskan maka mereka akan telanjang. Pedahal yg telanjang itu yg asli. Tat tvam asi. Kita memang telanjang. We are only spirit, cuma roh. Cuma roso. Cuma kesadaran thok. Memang tidak ada apa-apa lagi di sana. Cuma sadar bahwa kita sadar. Karena kita sadar akhirnya kita akan biasa-biasa saja, menjalani apa yg bisa dijalani saja. Truth is very simple. Tat tvam asi.

+

Leo @ Komunitas Spiritual Indonesia .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: