Home » Perguruan Rakyat Merdeka » Apakah Cinta Juga Konsep Saja?

Apakah Cinta Juga Konsep Saja?

June 2009
S M T W T F S
« May   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Arsip:

PERCAKAPAN 1: APAKAH CINTA JUGA KONSEP SAJA ?

T = Suatu hari saat saya sedang duduk di halaman perpustakaan dan saya bertanya pada diri saya sendiri, kalau semua yang kita anggap ‘real’ di dunia ini kreasi dari pikiran manusia, ‘arti’ yang selama ini kita cari, apakah hanya permainan kita juga?

Ya.

Ternyata arti hidup yang saya dapat dan pelajari, arti cinta, arti persahabatan, arti kebijaksanaan dan arti-arti lainnya, adalah konsep dari pikiran manusia yang terkondisi. Pada momen itu, saya menyadari bahwa hidup ternyata tidak berarti. Namun saya kembali bertanya, apakah hidup ini harus memiliki arti agar saya bisa menjalaninya? Bisa kah saya berdiri, dengan kedua kaki saya sendiri, di dalam hidup yang tidak berarti ini?

Tentu saja bisa.

Entah kenapa, menyadari ketidakberartian semua aspek kehidupan ini, saya malah merasa hidup menjadi sangat berarti sekali. Ketidakberartian yang selama ini saya khawatirkan justru membawa meaningfulness baru bagi saya. Keberartian yang tidak bisa saya jelaskan, tapi saya rasakan, di dalam diri ini suatu hal baru berkobar. Dari ketidakberartian ini, ternyata alam semesta menunjukkan ke hadapan saya: Naked existence. Eksistensi kehidupan telanjang, non-konseptual, tidak bisa diasosiasikan dengan kemampuan linguistik manusia (yang lagi-lagi ciptaan pikiran).

Mungkin ini surga di atas dunia. Tapi kemudian saya terbayang oleh wajah-wajah manusia yang kelaparan, mengemis di pinggir jalan, tidak tahu arah. Mengantri berkilo-kilo meter di tanah gersang untuk air bersih. Tidur tak beratap, kedinginan tak berselimut.

Kita tidak akan meninggalkan mereka, Mas. Kita datang bersama-sama, dan kita juga akan pergi bersama-sama.

J = We are part of one another.

Saya sendiri tidak melihat adanya pengkotak-kotakan manusia karena saya tahu bahwa manusia bisa happy kapan saja dan di mana saja.

Manusia yg kelaparan dan mengemis di pinggir jalan tetap akan ada. Yg tidak kelaparan dan mengemis di pinggir jalan juga tetap akan ada, terutama ketika mendekati dan saat hari raya keagamaan di Indonesia. Itu tradisi yg dipertahankan. Mereka harus mengemis sehingga orang bisa beramal dan mengumpulkan pahala.

Apakah orang yg mengemis happy? Saya rasa mereka happy sebab kalau tidak happy pasti tidak akan mengemis.

Semuanya memang konsep ciptaan pikiran kita saja, bahkan konsep tentang happy dan tidak happy. Konsep kaya dan miskin. Konsep cinta dan benci. Semuanya konsep saja, dibuat oleh pikiran manusia.

Yg mungkin bukan konsep adalah the urge itself, dorongan hormon untuk bercinta itu. Tetapi obyeknya yg dituju jelas adalah konsep. Rasanya seperti ada chemistry, pokoknya suka aja. Kalau dianalisa sebenarnya itupun konsep.

Setelah menyadari semuanya akhirnya kita akan diam saja, enjoy the moment. Tapi hidup kan masih jalan terus. Masih harus bercinta dengan seseorang. Maukah dia? Kalau dia mau lalu apa? Dan kalau dia tidak mau lalu apa?

Kemungkinan-kemungkinan ini yg sebenarnya capai juga kalau dijalani. Tapi kalau tidak djalani, akhirnya mau ngapain aja? Apakah cuma jawabin pertanyaan kayak gini aja tiap hari?

Cinta, I only know that I feel it. Udah ah, jangan keterusan.

PERCAKAPAN 2: MIMPI KOK KAYAK FILM ?

T = Om Leo, apa kabar? Lagi sibuk ya? Kok akhir-akhir ini kayaknya nulis notes nya ga se intens dulu lagi? Kenapa ?

J = Karena saya lagi jatuh cinta, jadi maonya mikirin si dia aja.

T = Om, aku pengn cerita mimpi aku tadi pagi, boleh ya?

J = Boleh aja, please do.

T = Tadi pagi kan aku sudah bangun, dan tertidur lagi bentar. Ni ceritanya aku lagi nginep di tempat temen aku, om. Trus mimpinya gini:

Aku gak tahu ntu taun berapa, tapi yg jelas udah modern banget, kita manusia hidup di atas air, peradabannya udah keren banget om. Tapi kita (manusia) gak hidup sendiri. Tapi ada makhluk lain, aku gak tau apa, wujudnya kayak alien-alien gitu lah warna ijo, nah, mereka ntu hidup di air.

Mungkin ceritanya dulu kita hidup rukun. Tapi saat ntu (di mimpi aku) sedang ada perang antara para manusia sama makhluk-makhluk ntu.

Kita manusia ditangkap, trus dibawa ke dalam air, (aku gak tau mereka diapaìn) saat ntu aku sama orang-orang lain, menjauhi daerah-daerah di mana mungkin mereka muncul, karena makhluk-makhluk ntu bakal muncul tiba-tiba dari bawah air, trus nyeret kita ke dalem (serem banget om, aku masih inget dag dig dug nya.)

Awalnya aku ngeliat sahabat aku (di mimpiku, dia berperan jadi pemimpin kelompok manusia). Dia dan beberapa teman lain awalnya dah ditangkap, dan diseret ke dalam laut, tinggal aku dan beberapa manusia lain, nah di saat kita mencoba buat melawan, ternyata sahabat aku ntu muncul lagi dari bawah permukaan, trus nolongin lagi manusia-manusia. Cuma dia sendiri yg selamat dari makhluk-makhluk ntu.

Trus aku dan manusia-manusia lain kan ngelanjutin perang, kita ngelawan dan ngehindar trus, tapi akhrnya aku dan manusia-manusia lain (tidak termasuk sahabat aku) ntu tertangkap, kami digeret ke bawah laut.

Adegan ini ni yg aku inget banget keadaan sama rasanya. Aku dibawa sama makhluk ntu dengan perasaan pasrah tapi juga yakin kalo aku sebenernya bukan manusia yg makhluk-makhluk ntu cari. Aku pejemin mata. Trus aku ngerasa mereka membawa aku, tapi belum begitu dalam, aku buka mata, dan ngeliat ternyata aku dilepas sama makhluk-makhluk ntu, dan di depan aku ada beberapa orang (lebih dari 5 orang) dengan pakaian merah dan putih, mereka berenang ke arah aku, ìngin nolong mungkin ya.

Lalu aku kayaknya pingsan.

Dan begitu aku sadar, ternyata aku udah ada di atas lagi, dengan beberapa manusia lain yg selamat, juga sahabat aku, kita trus berperang.

Tapi aku gak tau gimana akhirnya, cerita aku terputus, dan loncat, di mana aku udah jadi sedikit lebih tua, dan menceritakan tentang perang manusia sama makhluk-makhluk itu ke seorang anak kecil. Setelah itu, aku pergi entah kemana.

Udah gitu cerita mimpi aku pagi ìni om.

Bisa kasih aku beberapa informasi tentang mimpiku ntu ga om? Karna aku sendiri juga gak tau harus menghiraukan mimpi ntu apa gak, yg jelas aku tadi pagi bangun dengan perasaan ‘wow, kok kayak film gini?’

J = Emang kayak film, a very nice film. Ada warna-warni hijau, biru, merah dan putih. Yg warna kuning tidak disebutkan, so it’s the key. Kuning artinya energi fisik, dan itu adalah diri anda sendiri. Fisik anda sehat, jadi mimpinya melihat segala macam yg seru-seru, enjoy aja.

PERCAKAPAN 3: AGNOSTIC ITU APA ?

T = Malam Mas Leo.

Mau tanya apa artinya agnostic. Tks :)). Saya baru ikut milis SI. Jadi masih banyak yg ga mudeng.

J = Tanya langsung aja mbak, tanya di milis. Tidak usah ragu untuk tanya apa saja, sharing apa saja.

T = Tanya sama siapa mas?. Kenapa harus ke milis? Terus caranya bagaimana? Lha wöng saya gaptek, ini juga baru diajarin anak untuk buka internet. Yg di milis kan udah pakar. Kalau sekolah saya ini masih TK. Hick hick hick. . .😦

J = Agnostic cuma istilah saja, biasanya untuk menyebut sikap orang yg tidak percaya kepada segala macam kisah tentang Tuhan seperti diajarkan oleh agama-agama.

Kalau tidak percaya kepada kisah Adam dan Hawa di Taman Firdaus, maka orangnya bisa disebut sebagai seorang agnostic. Artinya orang yg sudah tercerahkan dan mengerti bahwa Adam dan Hawa cuma rekayasa saja. Kalau tidak percaya bahwa Tuhan harus disembah sebanyak lima kali sehari, maka artinya orang itu agnostic.

Secara singkat, orang agnostic adalah orang yg otaknya sudah dipakai dalam hal-hal yg berhubungan dengan ajaran-ajaran agama. Ajaran-ajaran agama yg tidak masuk akal akan ditinggalkannya tanpa merasa berdosa.

Orang beragama akan merasa berdosa ketika tidak berdoa lima kali sehari, atau at least akan merasa tidak menggunakan kesempatan untuk mengumpulkan pahala melalui doa.

Orang agnostic akan bilang bahwa segala syarat supaya manusia berdoa lima kali sehari cuma konsep saja, buatan saja. Bahkan Allah yg katanya menuntut supaya manusia berdoa sehari lima kali juga cuma konsep saja. Segalanya itu konsep saja.

Pahala itu cuma buatan pikiran orang yg menciptakan agama agar manusia bisa diatur seperti kambing yg tidak menggunakan otaknya. Orang-orang beragama banyak yg tidak menggunakan otaknya atau, at least, otaknya dibekukan. Otak yg beku itu akan memaki-maki orang lain yg tidak sependapat. Dikiranya dirinya diridhoi oleh Allah karena menjalani sembahyang lima waktu, pedahal yg dijalaninya itu cuma konsep buatan manusia saja.

Orang agnostic adalah mereka yg sudah bisa melepaskan diri dari penjara buatan manusia itu. Syarat-syarat agama adalah penjara. Allah yg menuntut sembahyang adalah penjara. Kisah Adam dan Hawa yg menempatkan wanita di bawah kaki pria adalah penjara.

So, berbahagialah mereka yg agnostic karena otaknya sudah dipakai untuk berpikir sehingga bisa menjadi manusia yg merdeka.

Leo @ Komunitas Spiritual Indonesia @ .

diposting oleh kawan jaringan Perguruan Rakyat Merdeka:

leonardo_rimba@yahoo.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: